Senin, 20 Februari 2017

malam bising

malam bising 


memang benar nyatanya
yang kulihat dalam fikiran ku hanya kamu 
yang kugambarkan dalam tulisan ku hanya kamu 

mungkin selama ini yang kau tau , aku lupa 
yang kau tau selama ini, aku hilang 
dan yang kau tau selama ini, aku pergii...

ohhh putihh 

aku rindu 
aku rindu 
aku rinduuu 
rindu untuk ke sekian kalinya 
tanpa kau tau selama ini

jalan malam selama ini ku raba 
ku raba sampai fajar datang dan tubuh menggigil 
lorong pun telah ku jamah 
ku jamah sampai hati ku menghilang

Minggu, 19 Februari 2017

Dan untuk nya

maaf untuk nya

pikiran dan tangan ini begitu sinkron
banyak kisah yang bisa dicurahkan namun tangan ini enggan menulis
banyak tanya yang ingin ku utarakan namun hati ini enggan bicara
hanya kau  yang bisa membuat semua ini berjalan dengan sama

hai relung :)
bagaimana kabarmu ?
berapa lama lagi kau akan kembali?
ku harap semua akan baik baik saja 
hai jiwa :)
dari mana saja kau?
kenapa aku jarang sekali bertemu dengan mu ?
aku mengharpkan sesuatu yang besar dari mu

berapa lama lagi harus menunggu seperti ini ?
bosan
bosan dengan ini
bosan !!! tolong bicarakan dengan hati apa yang terjadi saat ini!

apa ?  "RINDU"
tidak mungkin !
bagaimana bisa ?
tolong hancurkan semuaa . sampai belaka tiada disini  

Minggu, 02 Oktober 2016

Raden intan lampung

Bandung , 2 oct 2016 22.50
Hai
apa kau masih berharap kita bisa berteman?
bahkan berkumpul seperti dulu?
Aku tau mungkin ini hanya mimpi besar ku yang selalu ingin bertemu dan meluapkan semua kerinduan dalam hati,
meski diri ini sadar, bahkan setitik pun tiada guna untuk mu, tapi apalah daya pelukan terakhir itu masih menjadi luka yang selalu terkenang dalam masa.
Ini memang bukan soal jarak tapi ini tentang lama nya tak bersua dan menatap satu sama lain dalam suatu ruangan , hingga akhirnya hati ini bingung bagaimana rasa merindu dan di rindu.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Pantaskah

Dari: Pemuda Brengsek
Untuk: Perempuan yang sedang di Pengajian

Tak tahu rasa itu datang dari celah bilik yang mana
Menyelonong senonoh tanpa sapa seolah tak ada siapa siapa
Membasut menjadi partikel kisut yang masuk ke dalam asa
Menjelma kicauan dara yang merangsang ke dalam raga

Tak tahu malu mengapa bisa si brengsek ini mengharapkanmu
Pantaskah sebotol vodka berharap menyatu dengan air wudhu?
Sudikah jika kartu remi bersanding dengan kitab suci?
Akankah raga kotor bau asap menyatu dengan raga suci yang terlindungi hijab?

Tak sadar memang si brengsek ini sebab seteguk miras
Lupa akan sejati dirinya sebagai pemuda yang hina
Raga bertatto dan jiwa najis terbungkus hal bengis
Namun berharap besar padamu wanita yang terjaga dan bebas dari dosa

Kau, perempuan yang sedang di pengajian
Perempuan lugu yang patuh nan tangguh membuat si brengsek ini luluh
Rela ia hapus noda di raganya meski sampai keempat gigi serinya mengigit erat serasa mati
Tak ragu dia membakar angakara yang membelukar dalam nurani

Namun,
Tetap, masa kelam itu membuat peluh tak berarti
Bahkan berdelusi kau tak berjarak lebih dari 1000 senti pun lukai hati
Seperti fatamorgana yang jauh tak mampu ku raih
Bak intan permata dalam bumi yang tak mungkin ku dapati

Engkau,
Perempuan yang terlalu jauh bahkan untuk ku impikan
Senja di ujung pantai yang tak kunjung sampai meski buih lautan ku berai
Mentari yang menyinari pluto yang terbuang dan tak dianggap tertelan masa
Bidadari surga kelak yang membuat penghuni neraka tersenyum haru tak bisa mengelak

Hai, perempuan yang mungkin kini sedang membuka lembaran-lembaran suci
Terima kasih telah membuka mata hati si brengsek ini
Sungguh beruntungnya pria yang mampu dapati engkau nanti
Semoga perlindungan Ilahi selalu menemanimu dalam tiap-tiap hari

Di suatu pagi dekat Masjid Al Haq, Bandung - 2016.

Selasa, 12 Juli 2016

Relung

Sayang ku
Rindu ini menusuk
Hingga tak terpupuk
Sampai hati ini membusuk

Sayang ku
Relung jiwa ini menangis
Raga pun tak mampu menangkis
Akhirnya hati pun terkikis

Sayang ku
Ketika menanti itu menjadi letih
Ketika ramah menjadi marah
Dan ketika tabah itu menjadi lemah 

Ketahuilah bahwa setiap hembusan nafas ini ada nama mu yang terucap dari sang sujud yang tenang

*dirimu
*ANwi

Rabu, 22 Juni 2016

Kamu 2

Kamu
Pancaran sinar dari tatasurya
Kalimat indah dari suku kata
Juga istana mewah dari  sudut desa
Dalam relung hati menyaut
Tapi terasa bak tak berpaut
Gelora dalam jiwa yang menyatu
Tapi rasa tak pernah bersatu
Apa ini soal jarak
Mungkin bukan
Apa ini soal rentan
Mungkin juga bukan
Lalu apa
Mungkin rasa yang resah
Mungkin basa yang lelah
Juga raga yang terpisah

Selasa, 14 Juni 2016

Usia

flores 14-6-2016
@ sekarang usia mu bertambah
aku ingat sebenarnya
dari semenjak senja yang menyapa
aku tau sebenarnya
dari semenjak subuh yang menyuluh

tapi
tau ku tak berarti untuk mu
lisan ku tak bermakna bagi mu
dan daya ku tak ber upaya menurut mu

ketika sang subuh yang terus berganti
dengan iringan sang doa yang tak pernah berhenti
dengan hela nafas yang entah kapan akan terganti
dan dengan DIRIMU yang sangat berarti

aku hanya bisa berjanji pada sang waktu suatu saat waktu waktu kita yang hilang bisa terganti .

sari asmiatien
palembang kayu agung
14-6-2016
14-6-1996