Bandung , 2 oct 2016 22.50
Hai
apa kau masih berharap kita bisa berteman?
bahkan berkumpul seperti dulu?
Aku tau mungkin ini hanya mimpi besar ku yang selalu ingin bertemu dan meluapkan semua kerinduan dalam hati,
meski diri ini sadar, bahkan setitik pun tiada guna untuk mu, tapi apalah daya pelukan terakhir itu masih menjadi luka yang selalu terkenang dalam masa.
Ini memang bukan soal jarak tapi ini tentang lama nya tak bersua dan menatap satu sama lain dalam suatu ruangan , hingga akhirnya hati ini bingung bagaimana rasa merindu dan di rindu.
Minggu, 02 Oktober 2016
Raden intan lampung
Sabtu, 01 Oktober 2016
Pantaskah
Dari: Pemuda Brengsek
Untuk: Perempuan yang sedang di Pengajian
Tak tahu rasa itu datang dari celah bilik yang mana
Menyelonong senonoh tanpa sapa seolah tak ada siapa siapa
Membasut menjadi partikel kisut yang masuk ke dalam asa
Menjelma kicauan dara yang merangsang ke dalam raga
Tak tahu malu mengapa bisa si brengsek ini mengharapkanmu
Pantaskah sebotol vodka berharap menyatu dengan air wudhu?
Sudikah jika kartu remi bersanding dengan kitab suci?
Akankah raga kotor bau asap menyatu dengan raga suci yang terlindungi hijab?
Tak sadar memang si brengsek ini sebab seteguk miras
Lupa akan sejati dirinya sebagai pemuda yang hina
Raga bertatto dan jiwa najis terbungkus hal bengis
Namun berharap besar padamu wanita yang terjaga dan bebas dari dosa
Kau, perempuan yang sedang di pengajian
Perempuan lugu yang patuh nan tangguh membuat si brengsek ini luluh
Rela ia hapus noda di raganya meski sampai keempat gigi serinya mengigit erat serasa mati
Tak ragu dia membakar angakara yang membelukar dalam nurani
Namun,
Tetap, masa kelam itu membuat peluh tak berarti
Bahkan berdelusi kau tak berjarak lebih dari 1000 senti pun lukai hati
Seperti fatamorgana yang jauh tak mampu ku raih
Bak intan permata dalam bumi yang tak mungkin ku dapati
Engkau,
Perempuan yang terlalu jauh bahkan untuk ku impikan
Senja di ujung pantai yang tak kunjung sampai meski buih lautan ku berai
Mentari yang menyinari pluto yang terbuang dan tak dianggap tertelan masa
Bidadari surga kelak yang membuat penghuni neraka tersenyum haru tak bisa mengelak
Hai, perempuan yang mungkin kini sedang membuka lembaran-lembaran suci
Terima kasih telah membuka mata hati si brengsek ini
Sungguh beruntungnya pria yang mampu dapati engkau nanti
Semoga perlindungan Ilahi selalu menemanimu dalam tiap-tiap hari
Di suatu pagi dekat Masjid Al Haq, Bandung - 2016.