Bandung , 2 oct 2016 22.50
Hai
apa kau masih berharap kita bisa berteman?
bahkan berkumpul seperti dulu?
Aku tau mungkin ini hanya mimpi besar ku yang selalu ingin bertemu dan meluapkan semua kerinduan dalam hati,
meski diri ini sadar, bahkan setitik pun tiada guna untuk mu, tapi apalah daya pelukan terakhir itu masih menjadi luka yang selalu terkenang dalam masa.
Ini memang bukan soal jarak tapi ini tentang lama nya tak bersua dan menatap satu sama lain dalam suatu ruangan , hingga akhirnya hati ini bingung bagaimana rasa merindu dan di rindu.
Minggu, 02 Oktober 2016
Raden intan lampung
Sabtu, 01 Oktober 2016
Pantaskah
Dari: Pemuda Brengsek
Untuk: Perempuan yang sedang di Pengajian
Tak tahu rasa itu datang dari celah bilik yang mana
Menyelonong senonoh tanpa sapa seolah tak ada siapa siapa
Membasut menjadi partikel kisut yang masuk ke dalam asa
Menjelma kicauan dara yang merangsang ke dalam raga
Tak tahu malu mengapa bisa si brengsek ini mengharapkanmu
Pantaskah sebotol vodka berharap menyatu dengan air wudhu?
Sudikah jika kartu remi bersanding dengan kitab suci?
Akankah raga kotor bau asap menyatu dengan raga suci yang terlindungi hijab?
Tak sadar memang si brengsek ini sebab seteguk miras
Lupa akan sejati dirinya sebagai pemuda yang hina
Raga bertatto dan jiwa najis terbungkus hal bengis
Namun berharap besar padamu wanita yang terjaga dan bebas dari dosa
Kau, perempuan yang sedang di pengajian
Perempuan lugu yang patuh nan tangguh membuat si brengsek ini luluh
Rela ia hapus noda di raganya meski sampai keempat gigi serinya mengigit erat serasa mati
Tak ragu dia membakar angakara yang membelukar dalam nurani
Namun,
Tetap, masa kelam itu membuat peluh tak berarti
Bahkan berdelusi kau tak berjarak lebih dari 1000 senti pun lukai hati
Seperti fatamorgana yang jauh tak mampu ku raih
Bak intan permata dalam bumi yang tak mungkin ku dapati
Engkau,
Perempuan yang terlalu jauh bahkan untuk ku impikan
Senja di ujung pantai yang tak kunjung sampai meski buih lautan ku berai
Mentari yang menyinari pluto yang terbuang dan tak dianggap tertelan masa
Bidadari surga kelak yang membuat penghuni neraka tersenyum haru tak bisa mengelak
Hai, perempuan yang mungkin kini sedang membuka lembaran-lembaran suci
Terima kasih telah membuka mata hati si brengsek ini
Sungguh beruntungnya pria yang mampu dapati engkau nanti
Semoga perlindungan Ilahi selalu menemanimu dalam tiap-tiap hari
Di suatu pagi dekat Masjid Al Haq, Bandung - 2016.
Selasa, 12 Juli 2016
Relung
Sayang ku
Rindu ini menusuk
Hingga tak terpupuk
Sampai hati ini membusuk
Sayang ku
Relung jiwa ini menangis
Raga pun tak mampu menangkis
Akhirnya hati pun terkikis
Sayang ku
Ketika menanti itu menjadi letih
Ketika ramah menjadi marah
Dan ketika tabah itu menjadi lemah
Ketahuilah bahwa setiap hembusan nafas ini ada nama mu yang terucap dari sang sujud yang tenang
*dirimu
*ANwi
Rabu, 22 Juni 2016
Kamu 2
Kalimat indah dari suku kata
Juga istana mewah dari sudut desa
Tapi terasa bak tak berpaut
Gelora dalam jiwa yang menyatu
Tapi rasa tak pernah bersatu
Mungkin bukan
Apa ini soal rentan
Mungkin juga bukan
Mungkin basa yang lelah
Juga raga yang terpisah
Selasa, 14 Juni 2016
Usia
flores 14-6-2016
@ sekarang usia mu bertambah
aku ingat sebenarnya
dari semenjak senja yang menyapa
aku tau sebenarnya
dari semenjak subuh yang menyuluh
tapi
tau ku tak berarti untuk mu
lisan ku tak bermakna bagi mu
dan daya ku tak ber upaya menurut mu
ketika sang subuh yang terus berganti
dengan iringan sang doa yang tak pernah berhenti
dengan hela nafas yang entah kapan akan terganti
dan dengan DIRIMU yang sangat berarti
aku hanya bisa berjanji pada sang waktu suatu saat waktu waktu kita yang hilang bisa terganti .
sari asmiatien
palembang kayu agung
14-6-2016
14-6-1996
Senin, 30 Mei 2016
Mulai
RAHASIA KEBAHAGIAAN SEORANG MUSLIM
جالس العلماء بعقلك
Duduklah bersama ulama dengan akalmu
وجالس الامراء بعلمك
Duduklah bersama pemimpin dengan ilmumu
وجالس الاصدقاء بأدبك
Duduklah bersama teman dengan etikamu
وجالس أهل بيتك بعطفك
Duduklah bersama keluarga dengan kelembutanmu
وجالس السفهاء بحلمك
Duduklah bersama orang bodoh dengan kemurahan hatimu
وكن جليس ربك بذكرك
Jadilah teman Allah dengan mengingat-Nya
وكن جليس نفسك بنصحك
Dan jadilah teman bagi diri anda sendiri dengan nasihatmu
لا تَحزنْ على طيبتك؛ فَإن لَم يُوجَد في الارض مَن يقدرها؛ ففي السَماء مَن يباركهَا...
Tidak usah bersedih jika di dunia tidak ada yang menghargai kebaikanmu, karena di langit ada yang mengapresiasinya
حياتنا كالورود فيها من الجمال ما يسعدنا وفيها من الشوك ما يؤلمنا.
Kehidupan kita ibarat mawar, disamping memiliki keindahan yang bikin kita bahagia, juga memiliki duri yang bikin kita tersakiti
ما كان لك سيأتيك رغم ضعفك.!!
Apa yg ditetapkan bagimu niscaya akan mendatangimu, meskipun kamu tidak ada daya
وما ليس لك لن تناله بقوتك.!!
Sebaliknya apa yang bukan milikmu, kamu tidak akan mampu meraihnya dengan kekuatanmu
لا أحد يمتاز بصفة الكمال سوى اللہ. لذا كف عن نبش عيوب الآخرين.
Tidak seorangpun yang memiliki sifat sempurna selain Allah, oleh karena itu berhentilah dari menggali aib orang lain.
الوعي في العقول وليس في الأعمار، فالأعمار مجرد عداد لأيامك، أما العقول فهي حصاد فهمك وقناعاتك في حياتك..
Kesadaran itu pada akal, bukan pada usia, umur hanyalah bilangan harimu, sedangkan akal adalah hasil pemahaman dan kerelaanmu terhadap kehidupanmu
كن لطيفاً بتحدثك مع الآخرين، فالكل يعاني من وجع الحياة وأنت ﻻتعلم.
Berlemahlembutlah ketika bicara dengan orang lain, karena setiap orang merasakan derita hidupnya masing-masing, sedangkan kamu tidak mengetahuinya
كل شيء ينقص إذا قسمته على اثنين إلا "السعادة" فإنها تزيد إذا تقاسمتها مع الآخرين.
Semua hal akan berkurang jika dibagi bagi, kecuali "KEBAHAGIAAN", justru akan bertambah jika kamu bagi kepada yang lain
Senin, 23 Mei 2016
Jumat, 13 Mei 2016
Subhanallah
Setan Membantu Pemuda ke Mesjid
Seorang pemuda bangun awal pagi untuk shalat subuh di Masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Di tengah jalan menuju masjid, pemuda tersebut jatuh dan pakaiannya kotor.
Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali ke rumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu lagi dan berjalan menuju masjid .
Dalam perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama! Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah. Di rumah, dia sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid.
Di tengah jalan menuju masjid , dia bertemu seorang lelaki yang memegang lampu.
Dia menanyakan identitas lelaki tersebut. Lelaki itu menjawab, “Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda..’
Pemuda tersebut mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid .
Ketika sampai di masjid, si pemuda bertanya kepada lelaki yang membawa lampu, mengapa tidak masuk dan shalat subuh bersamanya?” Lelaki itu menolak. Pemuda itu mengajak lagi hingga berkali kali dan jawabannya tetap sama.
Pemuda bertanya, “Kenapa menolak untuk masuk masjid dan ikut shalat?” .
Lelaki itu menjawab, “Karena aku adalah Iblis.”
Pemuda itu terkejut mendengar jawaban lelaki itu. .
Syaitan kemudian menjelaskan: Saya melihat kamu berjalan ke masjid dan sayalah yang membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah untuk membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan semua dosa dosamu.
Saya membuatmu jatuh kali kedua, dan itupun tidak membuatmu berubah pikiran untuk tinggal di rumah, kamu tetap memutuskan kembali masjid. .
Karena itu, Allah memaafkan dosa-dosa seluruh anggota keluargamu.
Saya kuaatir, jika saya membuat kamu jatuh untuk kali ketiga, jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa seluruh penduduk kampungmu. Jadi, saya mesti memastikan bahwa kamu sampai di masjid dengan selamat.
Moral kisah ini:
Jangan biarkan Syaitan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya. Jangan melepaskan sebuah niat baik yang hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tahu ganjaran yang akan kamu dapat dari segala kesulitan yang kamu temui dalam usahamu untuk melaksanakan niat baik tersebut.
Jangan menyerah pada usaha ke-100 meskipun masih gagal. Siapa tahu keberhasilanmu berada pada usaha ke-101. Silahkan share cerita singkat ini kepada semua temanmu.
Rentan
Ini bukan soal jarak
Bukan pula soal retak
Ini tentang rasa
Rasa yang kadang datang dan menghilang ,
Tapi kini tapak senja yang mengubah rasa menjadi selalu hadir dan tak akan tergulir
Terimakasih tuhan , teman dan laman
Rabu, 11 Mei 2016
Pahit
Hambar
Hambar rasa dalam jiwa
Hambar rasa dalam lara
Hambar rasa dalam binasa
Lisan yang hambar dalam berkata
Semeraut bumi yang hancur dengan kata
Satu kata yang meleburkan hati dalam kehidupan
Hancur sudah semua yang hambar tanpa rasa.
Itu JIWA
Senin, 09 Mei 2016
Entah
Jarak dan rindu
Dulu pernah menguatkan aku ,
Sekarang mereka mengalahkan aku
Sebab ketiadaanmu
Minggu, 08 Mei 2016
Rahasia di balik secret
Dianggap Bawa Sial, Angka 13 Justru Rahasia Menuju Surga
Di berbagai belahan dunia tumbuh dan berkembang kepercayaan, mitos, dan legenda yang secara turun temurun dipercayai dan mendarah daging. Meski sudah hidup pada tatanan masyarakat modern, kepercayaan tahayul ini tetap eksis bahkan berkembang dan merasuk ke dalam banyak segi kehidupan masyarakatnya. Seperti mitos angka 13 yang dianggap sebagai angka pembawa sial dan masih dipercayai hingga saat ini.
Seperti negara China yang tidak memiliki lantai ke-13 pada setiap gedung yang dibangun. Alasannya, angka ini tidak membawa hoki dan justru membawa bencana. Di Barat, angka 13 juga dianggap angka sial dan membawa keburukan. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya yang memiliki kepercayaan serupa. Namun tidak demikian dengan Agama Islam yang menganggap 13 tidak ubahnya seperti angka-angka lainnya. Justru angka ini menjadi jalan untuk menuju surga. Bagaimana bisa?
Allah SWT memilih angka 13 sebagai jumlah rukun dalam salat. Ibadah ini merupakan tiang agama yang menjadi pondasi dasar kokohnya agama Islam. Kekohoan tersebut dibangun berdasarkan 13 rukun yang dijalankan untuk mencapai pondasi yang kuat. Lantas, masih pantas kah umat islam percaya dengan mitos dan tahayul yang berkembang terhadap angka ini. Berikut ini 13 rukun salat yang menjadi rahasia menuju surga.
1. Niat
2. Takbiiratul-ihraam,
3. Membaca Al-Fatihah
4. Ruku’
5. I’tidal atau Berdiri tegak setelah ruku’
6. Sujud dengan tujuh anggota tubuh
7. Duduk di antara dua sujud
8. Thuma’ninah dalam semua amalan shalat
9. Tertib urutan untuk tiap rukun yang dikerjakan
10. Tasyahhud Akhir
11. Duduk Tasyahhud Akhir
12. Shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
13. Dua Kali Salam
Sikap umat islam terhadap tahayul keramat angka 13
1. Semua angka adalah sama, Allah SWT tidak melebih-lebihkan dan juga tidak mengurang-ngurangi setiap hikmah dalam angka-angka tersebut. Terlebih membuatnya sebagai angka sial untuk umat manusia. Karena sejatinya yang dari Allah SWT itu adalah baik, sedangkan yang buruk datangnya dari manusia. Seperti firman Allah SWT dalam surah Yunus: 107
“Jika Allah menimpakan kepadamu kemudaratan maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia dan bila Dia menghendaki kebaikan bagimu maka tidak ada yang dapat menolak keutamaan-Nya.” (Yunus: 107)
2. Jangan percaya bahwa angka 13 membawa sial. Yang demikian itu disebabkan kebodohan dan kedunguan akal mereka mengait-ngaitkan peristiwa kesialan yang mereka alami dengan angka-angka.
“Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (menganggap sial dengan sesuatu), tidak ada kesialan dengan keberadaan burung hantu dan tidak ada pula kesialan bulan Shafar.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Doktrin 13 sebagai angka sial bisa saja menjadi upaya untuk menciptakan sugesti negatif yang melemahkan keimanan kita. Seburuk-buruknya kaum ialah yang mengikuti paham tertentu sementara tidak sebenar mendalaminya secara bijaksana.
4. Angka 13 merupakan angka baik karena menjadi jumlah rukun salat agama Islam. Dimana setiap rukun-rukun yang dikerjakan, bisa menjadi pembuka pintu surga.
Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah keimanan kita, serta membebaskan belenggu terhadap doktrin tentang angka 13 yang tidak berdasar selama ini. Sehingga kita menjadi kaum yang cerdas dengan selalu berpegang teguh pada Al-Qur’an dan hadist. Terimakasih sudah membaca.
Sabtu, 07 Mei 2016
Wajar
Wajar bila ku rindu
Wajar bila ku rindu
Waajar bila ku rindu
Tak apa ..
Hanya sekedar rindu asing
yang terlupakan
Yang entah dimana
Aku lupa mungkin
Lupa apa itu luka
Lupa apa itu derita
Lupa apa itu cerita
Aku hanya ingin berjalan diantara bayang semu yang membawaku terbang jauh dari mu
Jumat, 06 Mei 2016
Retorika penguasa
Ceritakanlah Ini Kepada Siapa Pun
Oleh: Wiji Thukul
panas campur debu
terbawa angin ke mana-mana
koran hari ini memberitakan
kedungombo menyusut kekeringan
korban pembangunan dam
muncul kembali ke permukaan
tanah-tanah bengkah
pohon-pohon besar malang-melintang
makam-makam bangkit dari ingatan
mereka yang dulu diam
kali ini
cerita itu siapa akan membantah
dasar waduk ini dulu dusun rumah-rumah
waktu juga yang menyingkap
retorika penguasa
walau senjata ditodongkan kepadamu
walau sepatu di atas kepalamu
di atas kepalaku
di atas kepala kita
ceritakanlah ini kepada siapa pun
sebab cerita ini belum tamat
solo, 30 agustus 91
Patuh
Seorang ibu menyuruh anaknya yang baru berusia 7 tahun, naik bis jurusan Surabaya-Denpasar. Ibu tersebut berpesan kepada pak supir bus.
"Pak, titip anak saya ya? Nanti kalau sampai di Banyuwangi, tolong kasih tau anak saya." kata sang ibu.
Sepanjang perjalanan, si anak ini cerewet sekali. Sebentar-sebentar bertanya pada penumpang,
"Sudah sampai Banyuwangi belum?" tanya si anak tersebut kepada para penumpang.
Hari mulai malam dan anak itu masih terus bertanya-tanya dan salah satu penumpang menanggapi anak tersebut.
"Belum, nanti kalau sudah sampai dibangunin deh! Tidur aja!" kata salah satu penumpang bus.
Tapi si anak tidak mau diam, dia maju ke depan dan bertanya pada supir untuk kesekian kalinya.
"Pak, sudah sampai Banyuwangi belum?"
Pak Supir yang sudah lelah dengan pertanyaan itu menjawab," Belum! Tidur aja deh! Nanti kalo sampai Banyuwangi pasti dibangunin!"
Kali ini, si anak tidak bertanya lagi, ia tertidur pulas sekali. Karena suara si anak tidak terdengar lagi, semua orang di dalam bis lupa pada si anak, sehingga ketika melewati Banyuwangi, tidak ada yang membangunkannya.
Bahkan sampai menyeberangi selat Bali dan sudah mendarat di Gilimanuk, Bali, si anak tertidur dan tidak bangun-bangun. Kemudian si supir baru sadar bahwa ia lupa membangunkan si anak.
Lalu ia bertanya pada para penumpang,
"Bapak-ibu, gimana nih, kita antar balik gak anak ini?"
Para penumpang pun merasa bersalah karena ikut melupakan si anak dan setuju mengantar si anak kembali ke Banyuwangi.
Maka kembalilah rombongan bis itu menyeberangi Selat Bali dan mengantar si anak ke Banyuwangi. Sesampai di Banyuwangi, si anak dibangunkan.
"Nak! Sudah sampai Banyuwangi! Ayo bangun!" kata si supir.
Si anak bangun dan berkata," O.... sudah sampai yah !" Lalu membuka tasnya dan mengeluarkan kotak makanannya. Seluruh penumpang bingung.
"Bukannya kamu mau turun di Banyuwangi?" tanya si supir kebingungan.
"Nggak kok, saya ini mau ke Denpasar ngunjungin nenek. kata mama, kalau sudah sampai Banyuwangi, saya boleh makan nasi kotaknya!"
Penumpang dan sopir : @&$:):&&?-(-$-&-(-$&/)/):/$'/-@
Buram
Selamat pagi detak
Nestapa hati yang merindu
Rindu yang membatu
Bak darah yang berlalu
Larut dalam emosi yang terpaku
AKU...
Senja yang menunggu waktu
Sorak yang menanti fajar
Tiba yang tiada henti mencari
Step of step
.: LANGKAH BIJAKSANA DI MASA PENUH FITNAH :.
(Syarh Kitab Al-Fitan Wa Asyratis Sa'ah dari Shahih Imam Muslim; kaset no: 24.
Disampaikan oleh Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily -hafizhahullah-)
1. Hindarkan mengikuti perasaan dan ikat kuat dengan tuntunan SYARIAT ISLAM.
2. KROSCEK setiap berita sebelum dinukil dan JANGAN tergesa-gesa MENYEBARLUASKANNYA.
3. Waspadalah dari kebodohan serta BERSEMANGATLAH menuntut ilmu syar'i.
4. Pada saat menghadapi perbedaan, ambillah bimbingan ahli ilmu YANG LEBIH SENIOR (keilmuan maupun usianya).
5. Tinggalkanlah perkara baru (yang dibuat2 dalam agama). KONSISTENLAH di atas pelita Sunnah Nabi.
6. JAUHKANLAH diri dari fitnah, jangan mendekat dengannya.
7. Sadarilah bahwa MENCEGAH terjadinya fitnah lebih mudah daripada menghilangkannya.
8. HINDARI HAWA NAFSU saat mencari petunjuk fatwa. Ambillah fatwa yang bersandar di atas dalil.
9. Bilamana engkau termasuk AWAM, maka JANGAN mengambil fatwa hanya sesuai selera hawa nafsu. IKUTILAH yang lebih berilmu.
10. Janganlah engkau berpaling dari jalan lurus. KONSISTENLAH di atas agama dengan cahaya Al-Qur-an dan As-Sunnah.
11. JANGANLAH engkau MENGGUGAT dalil sekehendakmu. Jadikanlah keinginanmu selaras dengan dalil.
12. Hindari PERPECAHAN dan bersatulah dalam kesatuan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.
13. Berhati-hatilah dari sikap zhalim, keji dan kejam. Teguhkan diri di atas KEADILAN, KEBAIKAN dan para pengusungnya.
14. JANGAN engkau MENCARI FITNAH dan berlindung dirilah dari keburukan fitnah.
15. Jangan tertipu dengan "KEINDAHAN" fitnah. Cermatilah hakekatnya dengan nurani suci cahaya ilmu seorang mukmin.
16. HINDARI sikap berlebihan dan komitmen di atas keadilan.
17. Jauhkan diri dari kejahatan dan TUNAIKANLAH setiap hak.
18. BERPIKIR PANJANG dan ketahuilah kebenaran dengan prinsip dan dasarnya.
Diposting oleh: Facebook Masjid Imam Ahmad bin Hanbal Bogor
LARA BERANAH DUKA
Tidak ada kata untuk hari ini
Tidak ada ucapan untuk esok hari
Hari demi hari laksana kebangkrutan dalam benak
Kini setiap hari bak medan perang yang berlumuran darah.
Serapah tertulis darah
Hati beranah darah
Hai kau ?!
Kau tau kenapa aku?
Kau tau? Mengapa aku ?
Linang mencaci hati
Liur membentak rasa.
Ya aku membenci mu.
Selasa, 05 April 2016
Dia
ya barusan saja aku membacanya tentang itu mulia memang ,
semoga apa yang kau kenakan selaras
dengan apa yang kau niatkan pacuan nya itu
bak kusir yang sedang menuggangi kuda peperangan , kuat, berani , dan setia .
berkhidmatlah saudariku semoga kau selalu senantiasa ada dijalan NYA
JANGAN REMEHKAN RAPATNYA SHAFF DALAM SHALAT JAMA'AH.
JANGAN REMEHKAN RAPATNYA SHAFF DALAM SHALAT JAMA'AH. Oleh : Ahmad Hasanuddin Umar Ada sebagian orang ngenynye atau terkesan bersikap merendahkan kepada orang yang berusaha untuk merapatkan shaffnya dalam shalat jama'ah, dengan menempelkan kaki dan bahunya. Tidak tanggung-tanggung ada pula tokoh yang menganggap remeh pentingnya kerapatan shaff dalam shalat berjama'ah ini, sehingga ketika dikatakan kepadanya bahwa Nabi SAW bersabda ; "sesungguhnya aku melihat setan masuk kedalam celah-celah shaff, tak ubahnya bagaikan anak kambing yang masih kecil". Lalu dengan tanpa segan dia menyampaikan pernyataan yang bunyinya kira-kira demikian ; "biarin aja setan masuk, kan bagus dia ikut shalat jama'ah bareng sama kita… " Ditambah lagi, ada orang membuat tulisan, yang inti dari tulisannya menolak pentingnya kerapatan shaff dalam shalat jama'ah, sehingga menjadikan orang-orang yang enggan menegakkan sunnah dalam shalat jama'ah semakin tertutup hatinya untuk diajak merapatkan shaffnya. Bahkan ada sebagian diantara mereka bersikap tidak dewasa, ketika saudaranya berusaha menempelkan kakinya dengan kaki dia, kemudian dia menendang kaki saudaranya yang berusaha menempelkan kakinya tersebut… Tulisan pada link dibawah ini layak untuk dibaca dengan seksama, karena didalamnya dikemukan dalil-dalil yang menjelaskan pentingnya kerapatan shaff dalam shalat jama'ah, dan juga penjelasan tentang apa yang dimaksud rapat, serta bantahan atas sebagian orang yang mengatakan bahwa shaff sudah dikatakan rapat minimal jarak satu makmum dengan makmum disampingnya sekitar satu jengkal. Penjelasan tentang standar rapatnya shaff dalam shalat jama'ah ini menjadi sangat penting, karena rapatnya shaff adalah salah satu syarat dari tegaknya shaff, disamping syarat lainnya yaitu lurus.
Mbah Dimin
Senin, 04 April 2016
Rasa
ketika didatangkan nya masalah yang besar dan merubuhkan tubuh mu ingatlah bahwa ada yang lebih besar dari segala nya di muka bumi ini.
kita haru bergerak dari kediaman , agar dapat posisi yang aman kelak
semesta terjaga dengan hati
jika hati mati , semesta akan hancur
