JANGAN REMEHKAN RAPATNYA SHAFF DALAM SHALAT JAMA'AH. Oleh : Ahmad Hasanuddin Umar Ada sebagian orang ngenynye atau terkesan bersikap merendahkan kepada orang yang berusaha untuk merapatkan shaffnya dalam shalat jama'ah, dengan menempelkan kaki dan bahunya. Tidak tanggung-tanggung ada pula tokoh yang menganggap remeh pentingnya kerapatan shaff dalam shalat berjama'ah ini, sehingga ketika dikatakan kepadanya bahwa Nabi SAW bersabda ; "sesungguhnya aku melihat setan masuk kedalam celah-celah shaff, tak ubahnya bagaikan anak kambing yang masih kecil". Lalu dengan tanpa segan dia menyampaikan pernyataan yang bunyinya kira-kira demikian ; "biarin aja setan masuk, kan bagus dia ikut shalat jama'ah bareng sama kita… " Ditambah lagi, ada orang membuat tulisan, yang inti dari tulisannya menolak pentingnya kerapatan shaff dalam shalat jama'ah, sehingga menjadikan orang-orang yang enggan menegakkan sunnah dalam shalat jama'ah semakin tertutup hatinya untuk diajak merapatkan shaffnya. Bahkan ada sebagian diantara mereka bersikap tidak dewasa, ketika saudaranya berusaha menempelkan kakinya dengan kaki dia, kemudian dia menendang kaki saudaranya yang berusaha menempelkan kakinya tersebut… Tulisan pada link dibawah ini layak untuk dibaca dengan seksama, karena didalamnya dikemukan dalil-dalil yang menjelaskan pentingnya kerapatan shaff dalam shalat jama'ah, dan juga penjelasan tentang apa yang dimaksud rapat, serta bantahan atas sebagian orang yang mengatakan bahwa shaff sudah dikatakan rapat minimal jarak satu makmum dengan makmum disampingnya sekitar satu jengkal. Penjelasan tentang standar rapatnya shaff dalam shalat jama'ah ini menjadi sangat penting, karena rapatnya shaff adalah salah satu syarat dari tegaknya shaff, disamping syarat lainnya yaitu lurus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar