Senin, 30 Mei 2016

Mulai

RAHASIA KEBAHAGIAAN SEORANG MUSLIM

جالس العلماء بعقلك
Duduklah bersama ulama dengan akalmu

وجالس الامراء بعلمك
Duduklah bersama pemimpin dengan ilmumu

وجالس الاصدقاء بأدبك
Duduklah bersama teman dengan etikamu

وجالس أهل بيتك بعطفك
Duduklah bersama keluarga dengan kelembutanmu

وجالس السفهاء بحلمك
Duduklah bersama orang bodoh dengan kemurahan hatimu

وكن جليس ربك بذكرك
Jadilah teman Allah dengan mengingat-Nya

وكن جليس نفسك بنصحك
Dan jadilah teman bagi diri anda sendiri dengan nasihatmu

لا تَحزنْ على طيبتك؛ فَإن لَم يُوجَد في الارض مَن يقدرها؛ ففي السَماء مَن يباركهَا...
Tidak usah bersedih jika di dunia tidak ada yang menghargai kebaikanmu, karena di langit ada yang mengapresiasinya

حياتنا كالورود فيها من الجمال ما يسعدنا وفيها من الشوك ما يؤلمنا.
Kehidupan kita ibarat mawar, disamping memiliki keindahan yang bikin kita bahagia, juga memiliki duri yang bikin kita tersakiti

ما كان لك سيأتيك رغم ضعفك.!!
Apa yg ditetapkan bagimu niscaya akan mendatangimu, meskipun kamu tidak ada daya

وما ليس لك لن تناله بقوتك.!!
Sebaliknya apa yang bukan milikmu, kamu tidak akan mampu meraihnya dengan kekuatanmu

لا أحد يمتاز بصفة الكمال سوى اللہ. لذا كف عن نبش عيوب الآخرين.
Tidak seorangpun yang memiliki sifat sempurna selain Allah, oleh karena itu berhentilah dari menggali aib orang lain.

الوعي في العقول وليس في الأعمار، فالأعمار مجرد عداد لأيامك، أما العقول فهي حصاد فهمك وقناعاتك في حياتك..
Kesadaran itu pada akal, bukan pada usia, umur hanyalah bilangan harimu, sedangkan akal adalah hasil pemahaman dan kerelaanmu terhadap kehidupanmu

كن لطيفاً بتحدثك مع الآخرين، فالكل يعاني من وجع الحياة وأنت ﻻتعلم.
Berlemahlembutlah ketika bicara dengan orang lain, karena setiap orang merasakan derita hidupnya masing-masing, sedangkan kamu tidak mengetahuinya

كل شيء ينقص إذا قسمته على اثنين إلا "السعادة" فإنها تزيد إذا تقاسمتها مع الآخرين.

Semua hal akan berkurang jika dibagi bagi, kecuali "KEBAHAGIAAN",  justru akan bertambah jika kamu bagi kepada yang lain

Senin, 23 Mei 2016

saya bingung dengan keadaan dunia yang semakin absurd atau yang amburadul seperti saat ini , kenapa kok sekarang perkembangan zaman semakin pesat dan sangat cepat ? apa ada yang salah dengan waktu atau memang sekarang penghuni dunia semakin pintar? kenapa kita sebagai manusia yang di ciptakan dengan sempurna diantara makhluk yang lain nya malah termakan dengan kinerja nya sendiri , atauuu karna kita bangga dengan ciptaan manusia yang sangat canggih ? hemm jangan lupa kecanggihan itu akan lenyap dengan sekejap hanya dengan kehendak NYA ,jangan lupa semua itu tidak akan dibawa di kehidupan kekal disana, kita boleh bahagia dunia tapi jangan lupa kita fikirkan bagaimana kita bahagia di dunia sana . kebanyakan kita saat ini memikirkan bagaimana bisa hidup dengan baik sampe-sampe kita lupa mikirin gimana mati yang baik.

Jumat, 13 Mei 2016

Subhanallah

Setan Membantu Pemuda ke Mesjid

Seorang pemuda bangun awal pagi untuk shalat subuh di Masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Di tengah jalan menuju masjid, pemuda tersebut jatuh dan pakaiannya kotor.

Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali ke rumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu lagi dan berjalan menuju masjid .

Dalam perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama! Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali ke rumah. Di rumah, dia sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid.

Di tengah jalan menuju masjid , dia bertemu seorang lelaki yang memegang lampu.

Dia menanyakan identitas lelaki tersebut. Lelaki itu menjawab, “Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda..’

Pemuda tersebut mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid .

Ketika sampai di masjid, si pemuda bertanya kepada lelaki yang membawa lampu, mengapa tidak masuk dan shalat subuh bersamanya?” Lelaki itu menolak. Pemuda itu mengajak lagi hingga berkali kali dan jawabannya tetap sama.

Pemuda bertanya, “Kenapa menolak untuk masuk masjid dan ikut shalat?” .

Lelaki itu menjawab, “Karena aku adalah Iblis.”

Pemuda itu terkejut mendengar jawaban lelaki itu. .

Syaitan kemudian menjelaskan: Saya melihat kamu berjalan ke masjid dan sayalah yang membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah untuk membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan semua dosa dosamu.

Saya membuatmu jatuh kali kedua, dan itupun tidak membuatmu berubah pikiran untuk tinggal di rumah, kamu tetap memutuskan kembali masjid. .

Karena itu, Allah memaafkan dosa-dosa seluruh anggota keluargamu.

Saya kuaatir, jika saya membuat kamu jatuh untuk kali ketiga, jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa seluruh penduduk kampungmu. Jadi, saya mesti memastikan bahwa kamu sampai di masjid dengan selamat.

Moral kisah ini:

Jangan biarkan Syaitan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya. Jangan melepaskan sebuah niat baik yang hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tahu ganjaran yang akan kamu dapat dari segala kesulitan yang kamu temui dalam usahamu untuk melaksanakan niat baik tersebut.

Jangan menyerah pada usaha ke-100 meskipun masih gagal. Siapa tahu keberhasilanmu berada pada usaha ke-101. Silahkan share cerita singkat ini kepada semua temanmu.

Rentan

Ini bukan soal jarak
Bukan pula soal retak
Ini tentang rasa
Rasa yang kadang datang dan menghilang ,
Tapi kini tapak senja yang mengubah rasa menjadi selalu hadir dan tak akan tergulir
Terimakasih tuhan , teman dan  laman

Rabu, 11 Mei 2016

Pahit

Hambar
Hambar rasa dalam jiwa
Hambar rasa dalam lara
Hambar rasa dalam binasa

Lisan yang hambar dalam berkata
Semeraut bumi yang hancur dengan kata
Satu kata yang meleburkan hati dalam kehidupan
Hancur sudah semua yang hambar tanpa rasa.
Itu JIWA

Senin, 09 Mei 2016

Entah


Jarak dan rindu
Dulu pernah menguatkan aku ,
Sekarang mereka mengalahkan aku
Sebab ketiadaanmu

Minggu, 08 Mei 2016

Rahasia di balik secret

Dianggap Bawa Sial, Angka 13 Justru Rahasia Menuju Surga

Di berbagai belahan dunia tumbuh dan berkembang kepercayaan, mitos, dan legenda yang secara turun temurun dipercayai dan mendarah daging. Meski sudah hidup pada tatanan masyarakat modern, kepercayaan tahayul ini tetap eksis bahkan berkembang dan merasuk ke dalam banyak segi kehidupan masyarakatnya. Seperti mitos angka 13 yang dianggap sebagai angka pembawa sial dan masih dipercayai hingga saat ini.

Seperti negara China yang tidak memiliki lantai ke-13 pada setiap gedung yang dibangun. Alasannya, angka ini tidak membawa hoki dan justru membawa bencana. Di Barat, angka 13 juga dianggap angka sial dan membawa keburukan. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya yang memiliki kepercayaan serupa. Namun tidak demikian dengan Agama Islam yang menganggap 13 tidak ubahnya seperti angka-angka lainnya. Justru angka ini menjadi jalan untuk menuju surga. Bagaimana bisa?

Allah SWT memilih angka 13 sebagai jumlah rukun dalam salat. Ibadah ini merupakan tiang agama yang menjadi pondasi dasar kokohnya agama Islam. Kekohoan tersebut dibangun berdasarkan 13 rukun yang dijalankan untuk mencapai pondasi yang kuat. Lantas, masih pantas kah umat islam percaya dengan mitos dan tahayul yang berkembang terhadap angka ini. Berikut ini 13 rukun salat yang menjadi rahasia menuju surga.

1. Niat
2. Takbiiratul-ihraam,
3. Membaca Al-Fatihah
4. Ruku’
5. I’tidal atau Berdiri tegak setelah ruku’
6. Sujud dengan tujuh anggota tubuh
7. Duduk di antara dua sujud
8. Thuma’ninah dalam semua amalan shalat
9. Tertib urutan untuk tiap rukun yang dikerjakan
10. Tasyahhud Akhir
11. Duduk Tasyahhud Akhir
12. Shalawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
13. Dua Kali Salam

Sikap umat islam terhadap tahayul keramat angka 13
1. Semua angka adalah sama, Allah SWT tidak melebih-lebihkan dan juga tidak mengurang-ngurangi setiap hikmah dalam angka-angka tersebut. Terlebih membuatnya sebagai angka sial untuk umat manusia. Karena sejatinya yang dari Allah SWT itu adalah baik, sedangkan yang buruk datangnya dari manusia. Seperti firman Allah SWT dalam surah Yunus: 107

“Jika Allah menimpakan kepadamu kemudaratan maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia dan bila Dia menghendaki kebaikan bagimu maka tidak ada yang dapat menolak keutamaan-Nya.” (Yunus: 107)

2. Jangan percaya bahwa angka 13 membawa sial. Yang demikian itu disebabkan kebodohan dan kedunguan akal mereka mengait-ngaitkan peristiwa kesialan yang mereka alami dengan angka-angka.

“Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (menganggap sial dengan sesuatu), tidak ada kesialan dengan keberadaan burung hantu dan tidak ada pula kesialan bulan Shafar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Doktrin 13 sebagai angka sial bisa saja menjadi upaya untuk menciptakan sugesti negatif yang melemahkan keimanan kita. Seburuk-buruknya kaum ialah yang mengikuti paham tertentu sementara tidak sebenar mendalaminya secara bijaksana.

4. Angka 13 merupakan angka baik karena menjadi jumlah rukun salat agama Islam. Dimana setiap rukun-rukun yang dikerjakan, bisa menjadi pembuka pintu surga.

Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah keimanan kita, serta membebaskan belenggu terhadap doktrin tentang angka 13 yang tidak berdasar selama ini. Sehingga kita menjadi kaum yang cerdas dengan selalu berpegang teguh pada Al-Qur’an dan hadist. Terimakasih sudah membaca.

Sabtu, 07 Mei 2016

Wajar

Wajar bila ku rindu
Wajar bila ku rindu
Waajar bila ku rindu

Tak apa ..
Hanya sekedar rindu asing
yang terlupakan
Yang entah dimana

Aku lupa mungkin
Lupa apa itu luka
Lupa apa itu derita
Lupa apa itu cerita

Aku hanya ingin berjalan diantara bayang semu yang membawaku terbang jauh dari mu

Jumat, 06 Mei 2016

Retorika penguasa

Ceritakanlah Ini Kepada Siapa Pun

Oleh: Wiji Thukul

panas campur debu

terbawa angin ke mana-mana

koran hari ini memberitakan

kedungombo menyusut kekeringan

korban pembangunan dam

muncul kembali ke permukaan

tanah-tanah bengkah

pohon-pohon besar malang-melintang

makam-makam bangkit dari ingatan

mereka yang dulu diam

kali ini

cerita itu siapa akan membantah

dasar waduk ini dulu dusun rumah-rumah

waktu juga yang menyingkap

retorika penguasa

walau senjata ditodongkan kepadamu

walau sepatu di atas kepalamu

di atas kepalaku

di atas kepala kita

ceritakanlah ini kepada siapa pun

sebab cerita ini belum tamat

solo, 30 agustus 91

Patuh

Seorang ibu menyuruh anaknya yang baru berusia 7 tahun, naik bis jurusan Surabaya-Denpasar. Ibu tersebut berpesan kepada pak supir bus.

"Pak, titip anak saya ya? Nanti kalau sampai di Banyuwangi, tolong kasih tau anak saya." kata sang ibu.

Sepanjang perjalanan, si anak ini cerewet sekali. Sebentar-sebentar bertanya pada penumpang,

"Sudah sampai Banyuwangi belum?" tanya si anak tersebut kepada para penumpang.

Hari mulai malam dan anak itu masih terus bertanya-tanya dan salah satu penumpang menanggapi anak tersebut.

"Belum, nanti kalau sudah sampai dibangunin deh! Tidur aja!" kata salah satu penumpang bus.

Tapi si anak tidak mau diam, dia maju ke depan dan bertanya pada supir untuk kesekian kalinya.

"Pak, sudah sampai Banyuwangi belum?"

Pak Supir yang sudah lelah dengan pertanyaan itu menjawab," Belum! Tidur aja deh! Nanti kalo sampai Banyuwangi pasti dibangunin!"

Kali ini, si anak tidak bertanya lagi, ia tertidur pulas sekali. Karena suara si anak tidak terdengar lagi, semua orang di dalam bis lupa pada si anak, sehingga ketika melewati Banyuwangi, tidak ada yang membangunkannya.

Bahkan sampai menyeberangi selat Bali dan sudah mendarat di Gilimanuk, Bali, si anak tertidur dan tidak bangun-bangun. Kemudian si supir baru sadar bahwa ia lupa membangunkan si anak.

Lalu ia bertanya pada para penumpang,

"Bapak-ibu, gimana nih, kita antar balik gak anak ini?"

Para penumpang pun merasa bersalah karena ikut melupakan si anak dan setuju mengantar si anak kembali ke Banyuwangi.

Maka kembalilah rombongan bis itu menyeberangi Selat Bali dan mengantar si anak ke Banyuwangi. Sesampai di Banyuwangi, si anak dibangunkan.

"Nak! Sudah sampai Banyuwangi! Ayo bangun!" kata si supir.

Si anak bangun dan berkata," O.... sudah sampai yah !" Lalu membuka tasnya dan mengeluarkan kotak makanannya. Seluruh penumpang bingung.

"Bukannya kamu mau turun di Banyuwangi?" tanya si supir kebingungan.

"Nggak kok, saya ini mau ke Denpasar ngunjungin nenek. kata mama, kalau sudah sampai Banyuwangi, saya boleh makan nasi kotaknya!"

Penumpang dan sopir : @&$:):&&?-(-$-&-(-$&/)/):/$'/-@

Buram

Selamat pagi detak
Nestapa hati yang merindu
Rindu yang membatu
Bak darah yang berlalu
Larut dalam emosi yang terpaku

AKU...
Senja yang menunggu waktu
Sorak yang menanti fajar
Tiba yang tiada henti mencari

Step of step

.: LANGKAH BIJAKSANA DI MASA PENUH FITNAH :.

(Syarh Kitab Al-Fitan Wa Asyratis Sa'ah dari Shahih Imam Muslim; kaset no: 24.
Disampaikan oleh Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily -hafizhahullah-)

1. Hindarkan mengikuti perasaan dan ikat kuat dengan tuntunan SYARIAT ISLAM.

2. KROSCEK setiap berita sebelum dinukil dan JANGAN tergesa-gesa MENYEBARLUASKANNYA.

3. Waspadalah dari kebodohan serta BERSEMANGATLAH menuntut ilmu syar'i.

4. Pada saat menghadapi perbedaan, ambillah bimbingan ahli ilmu YANG LEBIH SENIOR (keilmuan maupun usianya).

5. Tinggalkanlah perkara baru (yang dibuat2 dalam agama). KONSISTENLAH di atas pelita Sunnah Nabi.

6. JAUHKANLAH diri dari fitnah, jangan mendekat dengannya.

7. Sadarilah bahwa MENCEGAH terjadinya fitnah lebih mudah daripada menghilangkannya.

8. HINDARI HAWA NAFSU saat mencari petunjuk fatwa. Ambillah fatwa yang bersandar di atas dalil.

9. Bilamana engkau termasuk AWAM, maka JANGAN mengambil fatwa hanya sesuai selera hawa nafsu. IKUTILAH yang lebih berilmu.

10. Janganlah engkau berpaling dari jalan lurus. KONSISTENLAH di atas agama dengan cahaya Al-Qur-an dan As-Sunnah.

11. JANGANLAH engkau MENGGUGAT dalil sekehendakmu. Jadikanlah keinginanmu selaras dengan dalil.

12. Hindari PERPECAHAN dan bersatulah dalam kesatuan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

13. Berhati-hatilah dari sikap zhalim, keji dan kejam. Teguhkan diri di atas KEADILAN, KEBAIKAN dan para pengusungnya.

14. JANGAN engkau MENCARI FITNAH dan berlindung dirilah dari keburukan fitnah.

15. Jangan tertipu dengan "KEINDAHAN" fitnah. Cermatilah hakekatnya dengan nurani suci cahaya ilmu seorang mukmin.

16. HINDARI sikap berlebihan dan komitmen di atas keadilan.

17. Jauhkan diri dari kejahatan dan TUNAIKANLAH setiap hak.

18. BERPIKIR PANJANG dan ketahuilah kebenaran dengan prinsip dan dasarnya.

Diposting oleh: Facebook Masjid Imam Ahmad bin Hanbal Bogor

LARA BERANAH DUKA

Tidak ada kata untuk hari ini
Tidak ada ucapan untuk esok hari
Hari demi hari laksana kebangkrutan dalam benak
Kini setiap hari bak medan perang yang berlumuran darah.
Serapah tertulis darah
Hati beranah darah
Hai kau ?!
Kau tau kenapa aku?
Kau tau? Mengapa aku ?
Linang mencaci hati
Liur membentak rasa.

Ya aku membenci mu.